Promo BD36

Usai Eksekusi, Polisi Lampung Pamer Pose Lima Jenazah Terduga Begal (No Sensor)

tim khusus anti bandit detik-bola

Judi Bola Online │ Casino Online │ Poker Indonesia

Lima mayat terkapar di tanah. Bercak darah dan luka tembak masih bisa terlihat pada lima tubuh tak bernyawa itu. Di belakang mereka, 13 pria berpose sambil mengepalkan tangan, dan memasang wajah garang.

Foto itu menyebar di media sosial–terutama Facebook dan aplikasi pesan WhatsApp–sejak Minggu (2/4).

Lima jenazah yang tampak pada foto diyakini sebagai komplotan begal. Sedangkan belasan orang yang berpose bak tengah merayakan kemenangan adalah para polisi dari Kepolisian Resor Kota Bandar Lampung.

Kelima terduga begal tewas dalam baku tembak dengan Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Sat Reskrim Polresta Bandar Lampung, di Jembatan Layang Srengsem, Panjang, Bandar Lampung, Sabtu dini hari (1/4).

Baku tembak terjadi saat polisi hendak menangkap komplotan begal, yang kerap melakukan aksi kejahatan di wilayah Bandar Lampung–sedikitnya 30 kali beraksi. Konon, saat hendak ditangkap komplotan itu melakukan perlawanan dengan menembak polisi.

“Para pelaku (begal) mengalami beberapa luka di bagian tubuh dan sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun kelima orang pelaku nyawanya tidak tertolong, dan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit,” kata Kepala Polresta Bandar Lampung, Kombes Murbani Budi Pitono.

Kelima terduga begal itu adalah SF (20 tahun), JN (20 tahun), RK (17 tahun), IS (17 tahun) dan HE (17 tahun). Mereka merupakan warga Kecamatan Jabung, Lampung Timur.

Dari komplotan itu, polisi juga menyita senjata api jenis revolver, beberapa peluru, dan senjata tajam. Menurut Polisi, kelompok begal ini acap kali melakukan aksi pembegalan nan sadis, termasuk dengan menggunakan senjata api.
Dikecam publik media sosial

Di media sosial, foto-foto pembekukan para terduga begal itu menyebar dengan kalimat pembuka macam “izin melaporkan” atau “izin meneruskan”.

Sekadar catatan, kalimat-kalimat macam itu memang jadi satu gaya khas penyebaran kabar-kabar kriminal di berbagai kanal media sosial.

Di sisi lain, sebagian publik media sosial balik mengecam polisi. Kecaman terutama berkenaan foto yang menunjukkan para polisi berpose sambil mempertontonkan para jenazah.

Mereka yang mengecam mempertanyakan etiket para polisi. “Mayat manusia bukanlah hasil tangkapan berburu, seperti rusa yang karena gembiranya kemudian selfie. Ketika manusia menjadi mayat, perlakukanlah mayat dengan baik,” tulis akun Facebook Safari Daud.

Lontaran-lontaran senada juga bisa dilihat di linimasa Twitter :

Menyikapi penyebaran foto ini, Tim Mabes Polri telah melakukan pemeriksaan di Lampung. Fokus utama pemeriksaan adalah menyelidiki dugaan pelanggaran kode etik profesi atas peredaran foto itu.

Pemeriksaan dipimpin langsung oleh Kepala Biro Pengamanan Internal Mabes Polri, Brigjen Baharudin Jafar. Senin (3/4), Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung beserta anak buahnya (Tekab 308), sudah diperiksa.

Situs berita lokal, DuaJurai.com, mengutip pernyataan Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Murbani Budi Pitono. Menurut Murbani, foto-foto yang beredar di media sosial dimaksudkan untuk keperluan dokumentasi internal.

“Foto itu dokumentasi untuk pendataan internal. Kami Polresta Bandar Lampung tidak pernah menyebarkan foto itu,” kata dia.

Penelusuran Beritagar.id menunjukkan total ada delapan foto berkenaan peristiwa penembakan para terduga begal ini. Selain pose para polisi yang kontroversi itu, tampak pula foto mayat masing-masing terduga begal, lengkap dengan kertas bertuliskan nama mereka. Pun ada foto sejumlah alat bukti yang disita dari para pelaku.

Adapun Kepala Polda Lampung, Irjen (Pol) Sudjarno, mengatakan bahwa anggotanya terlalu bersemangat dalam memberantas kejahatan. Ihwal foto yang telanjur menyebar, Sudjarno mengatakan akan melakukan evaluasi.

“Kita juga tidak membabi-buta (menyalahkan anggota), harus kita kasih pemahaman agar ke depan tidak begitu lagi,” kata Sudjarno.

Detik Bola | Berita Bola, Ulasan Panduan, Galeri, Jadwal Bola, Pasaran Bola

Bandar 36 Agen Bola Terpercaya

About AdminDetikBola

Check Also

Panggung Carolina dan Sindhu di Ajang Olimpiade Tokyo

Panggung Carolina dan Sindhu di Ajang Olimpiade Tokyo

Tidak lama lagi, event empat tahunan Olimpiade yang jadi ajang tertinggi Bulutangkis akan segera digelar. …

Leave a Reply

Your email address will not be published.