Promo BD36

Ralf Rangnick Ungkap Alasan Sulitnya Melatih MU

Semenjak resmi menjadi pelatih sementara MU sejak tanggal 3 desember 2021, Ralf Rangnick nampaknya belum bisa memberikan perubahan signfikan. Hal ini juga diakui oleh pelatih asal Jerman ini.

Seperti yang diketahui, The Red Devils hampir saja kalah dari Newcastle City pada laga lanjutan Liga Inggris pada Selasa (28/12/21). Skor akhir pertandingan yang cukup alot tersebut adalah imbang 1-1.

Hal ini menjadi satu tamparan bagi Rangnick karena pemain asuhannya memiliki performa kurang maksimal setelah libur panjang. Meski hasil-hasil pertandingan sebelumnya tidak begitu mengecewakan, tapi masih kurang untuk MU.

Hingga saat ini, MU harus puas berada pada posisi ke-7 pada klasemen Liga Inggris. Poin yang diperoleh oleh Setan Merah adalah 28 dari 17 pertandingan. Terpaut sangat jauh dari Manchester City yang saat ini memuncaki klasemen, yaitu 50 poin.

Hal ini jelas menjadikan MU sulit untuk meraih gelar juara Liga Inggris 2021/2022. Meski terpaut 3 pertandingan dari Man City, tapi dengan performa MU memang tidak akan mudah.

Man United sendiri terakhir kali menjuarai Liga Inggris pada tahun 2012/2013. Saat itu merupkan masa Sir Alex Ferguson yang menjadi juru taktik The Red Devils. Setelahnya, belum ada lagi pelatih yang mampu mengantarkan klub tersebut menjadi juara.

Pada kesempatan wawancara dengan media, Ralf Rangnick mengungkapkan alasan-alasannya mengenai kesulitan melatih MU. Simak selengkapnya berikut ini.

Ralf Rangnick Ungkap Alasan Sulitnya Melatih MU

Alasan Ralf Rangnick Kesulitan Melatih MU

Rangnick mengatakan bahwa kesulitannya dalam melatih Setan Merah adalah karena pandemi covid-19. Beberapa staff dan pemain diketahui terpapar virus ini dan membuat performa klub semakin menurun.

Tidak hanya itu saja, tempat latihan utamanya di Carrington harus ditutup karena badai covid-19. Dengan demikian, pasukan The Red Devils tidak mampu melakukan latihan secara maksimal dan menghambat perkembangan tim asuhannya.

Padahal, Man United baru saja berusaha bangkit dari keterpurukan. Pada saat-saat ini, latihan sangat diperlukan untuk melatih skill dan kemampuan para pemain. Terhambatnya latihan, maka sama saja menghambat perkembangan pemain.

Padahal, sebelum melawan Newcastle City para pemain MU usai menjalani liburan panjang. Seharusnya, performa mereka meningkat. Tapi, karena latihan yang kurang maksimal menjadikan permainan klub tersebut malah menurun.

Imbasnya adalah saat laga melawan Newcastle yang diprediksi akan menang karena perbedaan poin mereka jauh, malah berakhir imbang. Banyak kritikus juga mengatakan performa Manchester United buruk.

Pengaruh badai covid-19 memang sangat nyata. Sehingga, Rangnick berharap agar masa pandemi ini segera usai agar ia bisa lebih maksimal melatih Setan Merah untuk mendapatkan prestasi terbaiknya.

 

Sepak Terjang Ralf Rangnick Sebagai Pelatih

Berbicara mengenai sepak terjang pelatih asal jerman ini, ternyata cukup bagus. Berikut ini adlaah beberapa prestasi yang dimiliki oleh Ralf Rangnick sebagai pelatih selama ini:

  1. Berhasil membawa Red Bull Salzburg menjuarai Piala Austria dan Liga Austria pada 2013 – 2015.
  2. Sukses membawa Schalke 04 menjadi juara di Liga Jerman pada tahun 2005 – 2006.
  3. Berhasil membawa RB Leipzig menjadi juara dua di Bundesliga pada tahun 2016 – 2017.
  4. Sukses membawa FC Schalke 04 menjadi juara Piala Jerman pada tahun 2010 – 2011.
  5. Memberikan Juara Piala Jerman bersama FC Schalke 04.

Selain itu, Ralf Rangnick juga pernah menjadi pelatih Thomas Tuchel yang saat ini menjadi pelatih Chelsea. Hal itu terjadi saat Tuchel masih berusia 24 tahun dan belajar menjadi pelatih karena cedera yang dia alami.

Rangnick mempekerjakan Thomas Tuchel dan menjadikannya asisten pelatih. Banyak fakta menarik lainnya mengenai Ralf Rangnick. Tidak heran jika ia dilirik oleh Man United untuk menjadi pelatih meski tidak mudah.

About AdminDetikBola

Check Also

3 Kebiasaan Buruk Timnas Indonesia Kata Shin Tae Yong, Penghambat Menjadi Juara

3 Kebiasaan Buruk Timnas Indonesia Kata Shin Tae Yong, Penghambat Menjadi Juara ?

Shin Tae Yong telah memboyong Timnas Indonesia menjadi Runner Up di AFF 2020. Walaupun bukan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *