Promo BD36

Habib Rizieq Akan Gunakan Jasa Pengacara Asing dari London, Inggris

Kapitra Ampera, kuasa hukum pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, mengatakan pengacara dari London, Inggris, akan ikut membantu Rizieq dalam menghadapi kasus chat WhatsApp berkonten pornografi.

JADWAL MOTOGP TERBARU

Rizieq diduga terlibat dalam kasus itu bersama Firza Husein.

“Pengacara internasional sudah siap ada dari London telah menunggu kami yang pernah menjadi pengacara tentang Burma, dari ICC, ada empat orang Insya Allah akan ditindaklanjuti,” kata Kapitra seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (30/5/3017).

Namun, Kapitra tidak menyebut rinci apakah pengacara dari London itu akan terjun membela Rizieq di pengadilan Indonesia atau hanya membantu Rizieq mendapat pembelaan dari lembaga internasional.

Judi Bola Online │ Casino Online │ Poker Indonesia

Kapitra hanya menyatakan bahwa tim kuasa hukum Rizieq saat ini sudah membuat laporan kronologi kepada International Criminal Court (ICC) dan Lembaga HAM PBB.

Dalam laporan tersebut, Rizieq menyampaikan soal tidak adanya kepastian hukum di Indonesia.

“Laporan atas tidak adanya kepastian hukum dan perlindungan hukum pada harkat dan martabat manusia Indonesia. Itu deliknya,” ucap Kapitra.

Rizieq ditetapkan sebagai tersangka kasus chat WhatsApp berkonten pornografi usai gelar perkara penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada Senin (29/5/2017).

Sejak kasus itu naik tahap penyidikan pada 1 Februari 2017, Rizieq berstatus sebagai saksi namun tak pernah memenuhi panggilan kepolisian.

Sebelumnya, Firza Husein sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Detik Bola | Berita Bola, Ulasan Panduan, Galeri, Jadwal Bola, Pasaran Bola

Bandar 36 Agen Bola Terpercaya

About AdminDetikBola

Check Also

Panggung Carolina dan Sindhu di Ajang Olimpiade Tokyo

Panggung Carolina dan Sindhu di Ajang Olimpiade Tokyo

Tidak lama lagi, event empat tahunan Olimpiade yang jadi ajang tertinggi Bulutangkis akan segera digelar. …

Leave a Reply

Your email address will not be published.